Monday, August 17, 2009
Maafkan aku...kesekian kalinya...
Ya ALLAH... bantulah hambaMU untuk memahami segala maksudMU...
Mengertikanlah aku dengan petunjukMU...
Agar boleh aku mengikutinya...
Dan tetapkanlah hatiku di jalanMU...
Ya TUHAN...
Terima kasih wahai TUHAN...kekasih abadiku...
Yang tak pernah jemu dengan diriku...
Yang tak pernah jemu memberiku petunjukMU...
Yang tak pernah jemu memaafkan aku...
Yang tak pernah jemu mendengar janji-janjiku padaMU...
Yang tak pernah jemu menolongku...
Maafkan aku ya TUHAN...
Andai ada petunjukMU yang gagal aku ikuti...
Maafkan aku ya TUHAN...
Atas kesalahan yang sering kuulangi...
Maafkan aku ya TUHAN...
Andai ada janji-janjiku padaMU yang kusendiri mungkiri...
Maafkan aku ya TUHAN...
Andai ada nikmatMU yang lupa kusyukuri...
YA ALLAH....
Terimalah aku, sebagai hamba yang KAU redhai...
Mengertikanlah aku dengan petunjukMU...
Agar boleh aku mengikutinya...
Dan tetapkanlah hatiku di jalanMU...
Ya TUHAN...
Terima kasih wahai TUHAN...kekasih abadiku...
Yang tak pernah jemu dengan diriku...
Yang tak pernah jemu memberiku petunjukMU...
Yang tak pernah jemu memaafkan aku...
Yang tak pernah jemu mendengar janji-janjiku padaMU...
Yang tak pernah jemu menolongku...
Maafkan aku ya TUHAN...
Andai ada petunjukMU yang gagal aku ikuti...
Maafkan aku ya TUHAN...
Atas kesalahan yang sering kuulangi...
Maafkan aku ya TUHAN...
Andai ada janji-janjiku padaMU yang kusendiri mungkiri...
Maafkan aku ya TUHAN...
Andai ada nikmatMU yang lupa kusyukuri...
YA ALLAH....
Terimalah aku, sebagai hamba yang KAU redhai...
Tuesday, August 11, 2009
Sebuah Perkongsian: Puisi Dakwah

Puisi ini kuperoleh dari seorang sahabat... Sekadar mahu berkongsi dengan teman-teman yang sudi membaca...mudah-mudahan, di sana ada manfaat yang boleh kita ambil, insyaALLAH..bacalah dengan tenang dan hayati setiap bait-bait perkataannya...
Katakanlah:
` inilah jalanku,
aku mengajak kalian kepada ALLAH dengan bashiroh,
aku dan pengikut-pengikutku
Mahasuci ALLAH!
dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik
Jalan dakwah panjang terbentang jauh ke depan
Duri dan batu terjal selalu menganjal,
lurah dan bukit menghadang
hujungnya bukan di usia,
bukan pula di dunia
Tetapi Cahaya Maha Cahaya,
Syurga dan Redha ALLAH Cinta adalah sumbernya,
hati dan jiwa adalah rumahnya.
Pergilah ke hati-hati manusia ajaklah ke jalan RABBmu
Nikmati perjalanannya,
berdiskusilah dengan bahasa bijaksana
Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu
Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya…
Pergilah ke hati-hati manusia,
ajaklah ke jalan RABBmu
Jika engkau cinta maka dakwah adalah faham,
Mengerti tentang Islam,
Risalah anbiya dan warisan ulama
Hendaknya engkau fanatik dan bangga dengannya
Seperti Mughiroh bin Syu'bah di hadapan Rustum Panglima Kisra
Jika engkau cinta maka dakwah adalah ikhlas menghiasi hati,
memotivasi jiwa untuk berkarya Seperti kata Abul Anbiya,
"Sesungguhnya solatku,
Ibadahku,
hidupku,
dan matiku semata bagi Rabb semesta".
" Berikan hatimu untuk Dia,
katakan "ALLAH Ghayatuna"
Jika engkau cinta maka dakwah adalah amal
Membangun kejayaan ummat bila-bila masa,
di mana saja kamu berada
Yang bernilai adalah kerja bukan semata ilmu apalagi lamunan
Sasarannya adalah perbaikan dan perubahan,
al ishlah wa taghyir
Dari diri pribadi,
keluarga, masyarakat hingga
terbangunnya sebuah daulah islamiah
Jika engkau cinta maka dakwah adalah jihad
Sungguh-sungguh di medan perjuangan melawan kebatilan
Tinggikan kalimat ALLAH rendahkan dugaan syaitan durjana
Kerja keras tak kenal lelah adalah rumusnya
Tinggalkan kemalasan, lamban, dan berpangku tangan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah taat
Kepada ALLAH & Rasul, Al-Qur'an & Sunahnya Serta orang-orang bertaqwa
Taat adalah wujud syukurmu kepada hidayah ALLAH
Kerananya nikmat akan bertambah melimpah penuh berkah
Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsabat
Hati dan jiwa yang tegar walau banyak rintangan
Buah dari sabar meniti jalan,
teguh dalam barisan
Istiqomah dalam perjuangan dengan kaki tak tergoyahkan
Berjalan lempang jauh dari penyimpangan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah tajarrud
Ikhlas di setiap langkah menggapai satu tujuan
Padukan seluruh potensimu libatkan dalam jalan ini,
Engkau da'I sebelum apapun adanya engkau
Dakwah tugas utamamu sedang lainnya hanya selingan
Jika engkau cinta maka dakwah adalah tsiqoh
Kepercayaan yang dilandasi iman suci penuh keyakinan
Kepada ALLAH, Rasul, Islam, Qiyadah dan junudnya
Hilangkan keraguan dan pastikan kejujurannya…
Karena inilah kafilah kebenaran yang penuh berkah
Jika engkau cinta maka dakwah adalah ukhuwah
Lekatnya ikatan hati berjalin dalam nilai-nilai persaudaraan
Bersaudaralah dengan muslimin sedunia,
utamanya mukmin mujahidin
Lapang dada merupakan syarat terendahnya,
itsar bentuk tertingginya
Dan ALLAH yang mengetahui menghimpun hati-hati para da'I dalam cintaNya
Berjumpa karena taat kepadaNya
Melebur satu dalam dakwah ke jalan ALLAH
Saling berjanji untuk menolong syariatNya
sebuah perkongsian dari :
MAHASISWI IPGM Kampus Tun Hussein Onn, Batu Pahat
Faham~Ikhlas~Amal~Jihad~Bekorban~Taat~Tajarrud~Thabat~Ukhuwwah~Thiqah
Thursday, August 6, 2009
Antara dia dan aku, tiada batas waktu yang memisahkan…
Di sini aku tidaklah bermaksud untuk berkongsi cerita tentang dia kerana tiada cerita istimewa tentang dia yang boleh aku kongsikan.. yang ada hanyalah DIA, DIA yang begitu penting dalam hidupku..
DIA yang tidak pernah mengabaikan diriku, walau sesaat pun…DIA yang istimewa dalam hidupku…iaitu DIA yang menciptakan aku, maka DIA lah yang memimpin dan memberi petunjuk kepadaku; DIA lah yang memberi aku makan dan minum. Dan apabila aku sakit, maka DIA lah yang menyembuhkan aku kembali, dan DIA lah yang mematikan aku, kemudian menghidupkan aku..dan DIA jugalah yang aku harap-harapkan supaya mengampunkan dosaku pada hari kiamat…
“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan
matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Al An'am:162]
Kesal. Corak pemikiran ramai manusia sekarang yang mendakwa diri mereka muslim, telah berubah. Sedihnya, mereka fikir, agama hanyalah merangkumi upacara tertentu yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu sahaja. ALLAH difikirkan hanya pada waktu solat sahaja, memikirkan kehidupan setelah mati hanya di saat mereka mengangkat tangan berdoa kepadaNYA atau bila berpuasa, bersedekah atau ketika menunaikan haji di Tanah Suci…
Di waktu lain? Mereka tenggelam, sibuk memikirkan tentang urusan dunia… tidak salah memikir atau berurusan dengan perkara keduniaan andai ia sentiasa dihubungkan dengan matlamat selepas mati. Kadangkala kita terlalu sibuk merancang hidup, menetapkan matlamat hidup.. kata orang, matlamat hidup perlu jelas, barulah hidup kita terurus…tapi bagaimana pula dengan matlamat mati kita…? Hmmm, tapi ini bukan bermakna kita harus asingkan antara dua matlamat, matlamat hidup dan matlamat mati…kedua-duanya harus berjalan seiring… Gerunnya, takut-takut kita termasuk dalam golongan itu na’uzubiLLAH. Orang seperti itu hampir memisahkan diri dari Al Qur’an sepenuhnya dan memiliki tujuan sendiri dalam hidup, pemahaman sendiri mengenai akhlak, pandangan sendiri mengenai dunia dan pedoman nilainya. Mereka belum mengerti apa erti ajaran Al Qur’an sebenarnya… dan, seolah-olah tidak wujud hubungan antara mereka dengan DIA…
Kita sepatutnya sedar, bahawa kita adalah sebahagian taqdir yang ALLAH tetapkan terjadi di buminya… yang dengannya sepatutnya membuatkan kita yakin dengan segala peraturan yang ALLAH bagi pada kita melalui al-Qur’an. Semua perkara dalam urusan hidup dirujuk terlebih dahulu kepada Sang Pencipta yang Agung… Semua perkataan, keputusan, dan tindakan mestilah menunjukkan bahwa kita hidup sesuai dengan Sunnah menjadi bukti yang kita hidup berlandaskan ajaran ALLAH.. Bagi muslim sejati, baik di saat sedang berjalan, makan, belajar, bekerja, bermain, bercakap dan sebagainya, dia dalam keadaan sedar bahawa dia dalam keadaan bertanggungjawab melalui hidupnya dengan cara yang paling ALLAH suka… Dan kita? Apa makna kita hidup, andai tidak bersandarkan pada Al-Qur’an… ? Apa makna hidup andai tiada matlamat untuk mendapat redha ALLAH…? Dan tiada maknanya matlamat untuk mendapat redha ALLAH andai tiada usaha ke arah itu…
Ya ALLAH maafkan kami kerana sering melupaiMU…Ya ALLAH, jadikanlah kami hamba-hambaMU yang bertaqwa…ya ALLAH bantulah kami untuk mengabdikan diri buatMU dengan cinta…dan menyintaiMU dengan rindu yang berkekalan untuk mendapat redhaMU…
“Ya TUHAN kami, kurniakanlah kami, kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan selamatkanlah kami dari azab api nerakaMU…” amen!
DIA yang tidak pernah mengabaikan diriku, walau sesaat pun…DIA yang istimewa dalam hidupku…iaitu DIA yang menciptakan aku, maka DIA lah yang memimpin dan memberi petunjuk kepadaku; DIA lah yang memberi aku makan dan minum. Dan apabila aku sakit, maka DIA lah yang menyembuhkan aku kembali, dan DIA lah yang mematikan aku, kemudian menghidupkan aku..dan DIA jugalah yang aku harap-harapkan supaya mengampunkan dosaku pada hari kiamat…
“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan
matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Al An'am:162]
Kesal. Corak pemikiran ramai manusia sekarang yang mendakwa diri mereka muslim, telah berubah. Sedihnya, mereka fikir, agama hanyalah merangkumi upacara tertentu yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu sahaja. ALLAH difikirkan hanya pada waktu solat sahaja, memikirkan kehidupan setelah mati hanya di saat mereka mengangkat tangan berdoa kepadaNYA atau bila berpuasa, bersedekah atau ketika menunaikan haji di Tanah Suci…
Di waktu lain? Mereka tenggelam, sibuk memikirkan tentang urusan dunia… tidak salah memikir atau berurusan dengan perkara keduniaan andai ia sentiasa dihubungkan dengan matlamat selepas mati. Kadangkala kita terlalu sibuk merancang hidup, menetapkan matlamat hidup.. kata orang, matlamat hidup perlu jelas, barulah hidup kita terurus…tapi bagaimana pula dengan matlamat mati kita…? Hmmm, tapi ini bukan bermakna kita harus asingkan antara dua matlamat, matlamat hidup dan matlamat mati…kedua-duanya harus berjalan seiring… Gerunnya, takut-takut kita termasuk dalam golongan itu na’uzubiLLAH. Orang seperti itu hampir memisahkan diri dari Al Qur’an sepenuhnya dan memiliki tujuan sendiri dalam hidup, pemahaman sendiri mengenai akhlak, pandangan sendiri mengenai dunia dan pedoman nilainya. Mereka belum mengerti apa erti ajaran Al Qur’an sebenarnya… dan, seolah-olah tidak wujud hubungan antara mereka dengan DIA…
Kita sepatutnya sedar, bahawa kita adalah sebahagian taqdir yang ALLAH tetapkan terjadi di buminya… yang dengannya sepatutnya membuatkan kita yakin dengan segala peraturan yang ALLAH bagi pada kita melalui al-Qur’an. Semua perkara dalam urusan hidup dirujuk terlebih dahulu kepada Sang Pencipta yang Agung… Semua perkataan, keputusan, dan tindakan mestilah menunjukkan bahwa kita hidup sesuai dengan Sunnah menjadi bukti yang kita hidup berlandaskan ajaran ALLAH.. Bagi muslim sejati, baik di saat sedang berjalan, makan, belajar, bekerja, bermain, bercakap dan sebagainya, dia dalam keadaan sedar bahawa dia dalam keadaan bertanggungjawab melalui hidupnya dengan cara yang paling ALLAH suka… Dan kita? Apa makna kita hidup, andai tidak bersandarkan pada Al-Qur’an… ? Apa makna hidup andai tiada matlamat untuk mendapat redha ALLAH…? Dan tiada maknanya matlamat untuk mendapat redha ALLAH andai tiada usaha ke arah itu…
Ya ALLAH maafkan kami kerana sering melupaiMU…Ya ALLAH, jadikanlah kami hamba-hambaMU yang bertaqwa…ya ALLAH bantulah kami untuk mengabdikan diri buatMU dengan cinta…dan menyintaiMU dengan rindu yang berkekalan untuk mendapat redhaMU…
“Ya TUHAN kami, kurniakanlah kami, kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan selamatkanlah kami dari azab api nerakaMU…” amen!
Monday, August 3, 2009
Perhimpunan Haram?

Sebagai sebuah negara demokrasi yang tulin, rakyat diberi hak dan ruang untuk meyuarakan pandangan mereka terhadap sesuatu isu, dalam usaha untuk menegakkan keadilan sejagat... "Hak dalam masyarakat bertamadun boleh dilakukan dengan pelbagai cara, seperti rundingan secara diplomatik, tekanan secara politik atau berhimpun secara aman. Semua ini adalah pilihan yg diperuntukkan dlm Perlembagaan Persekutuan. Bagi istilah polis, haram adalah himpunan yg tidak berpermit..aman dlm istilah demokrasi pula adalah, ianya ada asas dalam prlembagaan".[Mujahid Yusof;Wajah Baru Politi Malaysia]
ISA, satu akta yg telah lama menjadi derita kepada insan-insan yg berjuang menegakkan yg hak.Ada satu "Insan tersebut" mengatakan, "Jgn mempolitikkan ISA" padahal ISA sendiri digunakan untuk menahan ahli-ahli politik yg berjuang atas dasar kebenaran..sungguh! betapa kelirunya pernyataan tersebut.
Himpunan Mansuhkan ISA 1 Ogos lalu, yg sepatutnya berjalan dlm keadaan aman bertukar menjadi kecoh..bila pihak polis bertindak kejam terhadap rakyat, mereka dengan sampai hatinya, menyembur gas pemedih mata ke arah kelompok manusia yang sedang melaksanakan hak mereka. sampai hatinya mereka menyembur gas itu ke arah kanak-kanak,malah bayi yg berumur kurang setahun pun turut menjadi mangsa...
Hak untuk berhimpun secara aman adalah hak asasi rakyat. Tapi nampaknya hak yang dijamin oleh Perlembagaan Persekutuan ini sudah tidak ada guna lagi...Polis dengan dgn megahnya berkata."bersurai!bersurai! perhimpunan ni takde permit!!!" Bila polis kata perhimpunanan itu haram, maka semua yang berhimpun atas dasar kebebasan dan hak yang telah dijamin oleh Perlembagaan Persekutuan, telah menjadi mangsa kekerasan polis. Sungguh tidak sangka polis sendiri boleh bertindak sekejam itu terhadap rakyat-rakyat yg tidak bersalah... Di mana demokrasinya negara kita, bila pintu pintu untuk rakyat bersuara dikunci rapat?
Friday, March 20, 2009
.:pEnYaKit HaTi DaLaM pErJuAnGan:.

Sesekali dalam perjuangan, kita diuji dengan rasa lemah semangat dalam berjemaah. Tanggungjawabdilaksanakan namun kenikmatan dan kemanisan berjemaah tidak dirasai. Tanpa disedari kita sebenarnya telah dijangkiti penyakit hati yang boleh mengarah kepada gejala kefuturan atau keciciran dalam berjemaah. Ramai antara yang mengasingkan diri dari jemaah bermula dengan gagalnya melawan penyakit hati. Puncanya adalah jauhnya hubungan dengan Allah.
Firman Allah swt;
‘Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu’min supaya keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentera langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijakana’. (Surah al-Fath: ayat 4)
Jadi mahu tidak mahu anggota harakah sama ada qiyadah atau jundiyyah hendaklah sentiasa mengikuti tarbiyyah walau betapa sibuk pun diri. Amalkan 5 penawar hati; baca Quran & maknanya, solat malam, berkumpul dengan orang soleh, banyak berpuasa dan berzikir.
[soutul islah, ikatan siswa perubatan - volume 9]
Thursday, March 19, 2009
Yang Kita Lupakan Dalam Menuntut Ilmu...

Bertahun-tahun sudah kita luangkan waktu kita untuk menuntut ilmu. Suka duka yang dirasakan juga begitu banyak. Mengingat masa lalu terkadang membuat kita tersenyum, tertawa dan terkadang membuat kita menangis. Inilah kehidupan yang harus kita jalani. Kehidupan sebagai seorang thalibul’ilmi. Akan tetapi, mungkin kita sering melupakan, apakah ilmu yang kita dapatkan adalah ilmu yang bermanfaat ataukah sebaliknya.
Penulis teringat sebuah hadis yang diriwayatkan oleh seorang sahabat yang bernama Zaid bin Arqam radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkata,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا
Artinya: “Ya Allah. Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari jiwa yang tidak pernah merasa kenyang dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR Muslim No. 6906 dan yang lainnya dengan lafaz-lafaz yang mirip)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saja, yang dijamin oleh Allah untuk menjadi pemimpin Bani Adam di hari akhir nanti, sangat sering mengulang doa-doa ini, apalagi kita, yang sangat banyak berlumuran dosa, sudah seharusnya selalu membacanya.
Mengetahui ciri-ciri ilmu yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat sangatlah penting. Oleh karena itu, berikut ini penulis sebutkan beberapa ciri ilmu yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat yang penulis ambil dari kitab Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali yang berjudul Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmilkhalaf.
Ciri-ciri ilmu yang bermanfaat di dalam diri seseorang:
1) Menghasilkan rasa takut dan cinta kepada Allah.
2) Menjadikan hati tunduk atau khusyuk kepada Allah dan merasa hina di hadapan-Nya dan selalu bersikap tawaduk.
3) Membuat jiwa selalu merasa cukup (qanaah) dengan hal-hal yang halal walaupun sedikit yang itu merupakan bagian dari dunia.
4) Menumbuhkan rasa zuhud terhadap dunia.
5) Senantiasa didengar doanya.
6) Ilmu itu senantiasa berada di hatinya.
7) Menganggap bahwa dirinya tidak memiliki sesuatu dan kedudukan.
8)Menjadikannya benci akan tazkiah dan pujian.
9)Selalu mengharapkan akhirat.
10)Menunjukkan kepadanya agar lari dan menjauhi dunia. Yang paling menggiurkan dari dunia adalah kepemimpinan, kemasyhuran dan pujian.
11) Tidak mengatakan bahwa dia itu memiliki ilmu dan tidak mengatakan bahwa orang lain itu bodoh, kecuali terhadap orang-orang yang menyelisihi sunnah dan ahlussunnah. Sesungguhnya dia mengatakan hal itu karena hak-hak Allah, bukan untuk kepentingan pribadinya.
12) Berbaik sangka terhadap ulama-ulama salaf (terdahulu) dan berburuk sangka pada dirinya.
13) Mengakui keutamaan-keutamaan orang-orang yang terdahulu di dalam ilmu dan merasa tidak bisa menyaingi martabat mereka.
14) Sedikit berbicara karena takut jika terjadi kesalahan dan tidak berbicara kecuali dengan ilmu. Sesungguhnhya, sedikitnya perkataan-perkataan yang dinukil dari orang-orang yang terdahulu bukanlah karena mereka tidak mampu untuk berbicara, tetapi karena mereka memiliki sifat wara’ dan takut pada Allah Taala.
Adapun ciri-ciri ilmu yang tidak bermanfaat di dalam diri seseorang:
1) Ilmu yang diperoleh hanya di lisan bukan di hati.
2) Tidak menumbuhkan rasa takut pada Allah.
3)Tidak pernah kenyang dengan dunia bahkan semakin bertambah semangat dalam mengejarnya.
4) Tidak dikabulkan doanya.
5) Tidak menjauhkannya dari apa-apa yang membuat Allah murka.
6) Semakin menjadikannya sombong dan angkuh.
7) Mencari kedudukan yang tinggi di dunia dan berlomba-lomba untuk mencapainya.
8) Mencoba untuk menyaing-nyaingi para ulama dan suka berdebat dengan orang-orang bodoh.
8) Tidak menerima kebenaran dan sombong terhadap orang yang mengatakan kebenaran atau berpura-pura meluruskan kesalahan karena takut orang-orang lari darinya dan menampakkan sikap kembali kepada kebenaran.
9) Mengatakan orang lain bodoh, lalai dan lupa serta merasa bahwa dirinya selalu benar dengan apa-apa yang dimilikinya.
10) Selalu berburuk sangka terhadap orang-orang yang terdahulu.
11) Banyak bicara dan tidak bisa mengontrol kata-kata.
Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata,
“Di saat sekarang ini, manusia boleh memilih apakah dia itu ridha untuk dikatakan sebagai seorang ulama di sisi Allah ataukah dia itu tidak ridha kecuali disebut sebagai seorang ulama oleh manusia di masanya. Barang siapa yang merasa cukup dengan yang pertama, maka dia akan merasa cukup dengan itu… Barang siapa yang tidak ridha kecuali ingin disebut sebagai seorang ulama di hadapan manusia, maka jatuhlah ia (pada ancaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam),
من طلب العلم ليباهي به العلماء أو يماري به السفهاء أو يصرف وجوه الناس إليه فليتبوأ مقعده من النار
Artinya: “Barang siapa yang menuntut ilmu untuk menyaing-nyaingi para ulama, mendebat orang-orang bodoh atau memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya, maka dia itu telah mempersiapkan tempat duduknya dari neraka.” (*)
*) Dengan Lafaz yang seperti ini, penulis belum menemukannya dengan sanad yang shahih. Akan tetapi, terdapat lafaz yang mirip dengannya di Sunan At-Tirmidzi No. 2653 dengan sanad yang hasan, yaitu:
من طلب العلم ليجاري به العلماء أو ليماري به السفهاء أو يصرف به وجوه الناس إليه أدخله الله النار
***
اللهم إني أسألك علما نافعا و رزقا طيبا و عملا متقبلاز آمين
Maraji’:
Bayan Fadhli ‘Ilmissalaf ‘ala ‘Ilmilkhalaf oleh Al-Hafiz Ibnu Rajab Al-Hanbali, Dar Al-Basya’ir Al-Islamiah
Shahih Muslim, Dar As-Salam
Sunan At-Tirmidzi, Maktabah Al-Ma’arif
***
Penulis: Ustadz Said Yai Ardiansyah (Mahasiswa Fakultas Hadits, Jami’ah Islamiyah Madinah, Saudi Arabia)
Artikel www.muslim.or.id
[http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/yang-kita-lupakan-dalam-menuntut-ilmu.html]
Thursday, March 12, 2009
secebis pesan
"jangan sampai kalian bersedih hati terhadap apa yang luput dari kalian...
dan pula sampai kalian berbangga dengan apa yang telah kalian dapatkan"
-'Aidh Al-Qarni-
dan pula sampai kalian berbangga dengan apa yang telah kalian dapatkan"
-'Aidh Al-Qarni-
Subscribe to:
Posts (Atom)

