Wednesday, May 18, 2011

CARA CEPAT MENGHAFAL AL QURAN 30 JUZ


"Barang siapa yang sibuk membaca Al Qur'an dan dzikir kepada Ku dengan tidak memohon kepada Ku, maka ia Aku beri sesuatu yang lebih utama dari pada apa yang Aku berikan kepada orang yang minta".


Kelebihan firman Allah atas seluruh perkataan seperti kelebihan Allah atas seluruh makhlukNya". (Hadith Qudsi, Diriwayatkan Dari Abu Sa'id Al Khudri ra, Hadits ditakhrij oleh Turmudzi)


Assalamualaikum warohmatullahi Wabarokatuh, Saya berbahagia saat ini Anda telah mulai membaca untuk menjemput Inspirasi dan Ilmu dicatatan Ini, Semoga Allah memberikan keinginan yang kuat kepada Hati Antum untuk menyelesaikan membaca Catatan Ini Hingga Tuntas, Cara Praktis Menghafal Al Quran bukan teori teori asal yg saya ciptakan. Ini merupakan Ilmu yang terhitung Langka dari seorang Imam dan Khatib masjid Nabawi - Madinah. Yang ana modifikasi ke bentuk Note/Catatan FaceBook agar bisa dibaca siapa saja. Dan Alhamdulillah Saat Ini Antum adalah Orang orang terpilih Yang telah Allah Pilih Untuk Menjemput Hidayah Nya.


"Sebaik-baik kamu ialah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)


Ikwahfillah, Suatu waktu dalam hari kita, kita suka dihinggapi rasa Jenuh dan Bosan, padahal Kita masih punya banyak Hal yg belum terselesaikan? Masih banyak Hafalan Qur'an yg terlupakan? Oleh karenanya, sajian Ana kali Ini adalah Khusus untuk menyentuh sudut Itu.


TEORI BERIKUT AKAN MENUNTUN ANTUM UNTUK HAFIDZ QUR'AN DALAM 1 TAHUN, INSHA ALLAH, SILAHKAN IKUTI SAMPAI TUNTAS.


Segala puji Bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad Shalallahualaihi Wassalam. Dalam tulisan ini akan kami kemukakan cara termudah untuk menghafalkan alquran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran. Teori ini sangat mudah untuk dipraktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafalnya. Disini akan kami bawakan contoh praktis dalam mempraktekannya:


Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan Surat An-Nisa,

maka anda bisa mengikuti teori berikut ini:


1- Bacalah ayat pertama 20 kali: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا


2- Bacalah ayat kedua 20 kali: وَآتُوا الْيَتَامَى أَمْوَالَهُمْ وَلا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَى أَمْوَالِكُمْ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا


3- Bacalah ayat ketiga 20 kali: وَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَى فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ذَلِكَ أَدْنَى أَلا تَعُولُوا


4- Bacalah ayat keempat 20 kali: وَآتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا


5- Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya sebanyak 20 kali.


6- Bacalah ayat kelima 20 kali: وَلا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلا مَعْرُوفًا


7- Bacalah ayat keenam 20 kali: وَابْتَلُوا الْيَتَامَى حَتَّى إِذَا بَلَغُوا النِّكَاحَ فَإِنْ آنَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ وَلا تَأْكُلُوهَا إِسْرَافًا وَبِدَارًا أَنْ يَكْبَرُوا وَمَنْ كَانَ غَنِيًّا فَلْيَسْتَعْفِفْ وَمَنْ كَانَ فَقِيرًا فَلْيَأْكُلْ بِالْمَعْرُوفِ فَإِذَا دَفَعْتُمْ إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُمْ فَأَشْهِدُوا عَلَيْهِمْ وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا


8- Bacalah ayat ketujuh 20 kali: لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالأقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالأقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ نَصِيبًا مَفْرُوضًا


9- Bacalah ayat kedelapan 20 kali: وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُولُو الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينُ فَارْزُقُوهُمْ مِنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلا مَعْرُوفًا


10- Kemudian membaca ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 20 kali.


11- Bacalah ayat ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.


Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi anda untuk mengulang dan menjaganya.


BAGAIMANA CARA MENAMBAH HAFALAN PADA HARIBERIKUTNYA?


Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 20 kali juga hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.


BAGAIMANA CARA MENGGABUNG ANTARA MENGULANG (MURAJA'AH) DAN MENAMBAH HAFALAN BARU?


Jangan sekali-kali anda menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika anda menghafal alquran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa menyelesaikan semua Al Quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal niscaya hal itu akan terasa berat sekali, karena secara tidak disadari anda akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal dari no. l, oleh karena itu cara yang paling baik dalam meghafal al quran adalah dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru.


Anda bisa membagi seluruh mushaf menjadi tiga bagian,

Setiap 10 juz menjadi satu bagian,


Jika anda dalam sehari menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga anda dapat menyelesaikan sepuluh juz,


Jika anda telah menyelesaikan sepuluh juz maka berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan cara setiap hari anda mengulang sebanyak delapan halaman.


Setelah satu bulan anda mengulang hafalan, anda mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga anda bisa menyelesaikan 20 juz,


Jika anda telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulang, setiap hari anda harus mengulang 8 halaman,


Jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah menghafal kembali setiap harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan dan setiap harinya mengulang apa yang telah dihafal sebanyak 8 lembar, hingga anda bisa menyelesaikan seluruh al-qur an.


Jika anda telah menyelesaikan 30 juz,


Ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan setiap harinya setengah juz,


Kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya juga setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama,


Kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.


BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH DIATAS?


Mulailah mengulang al-qur an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari, dengan demikian maka anda akan bisa mengkhatamkan al-Quran setiap dua minggu sekali.


Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insya Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal al qur an, dan lakukanlah cara ini Selama satu Tahun.


APA YANG DILAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL QURAN SELAMA SATU TAHUN?


Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, jadikanlah al qur an sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam semasa hidupnya

Beliau membagi Al Qur an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan al-quran setiap 7 hari sekali.


Aus bin Huzaifah rahimahullah; "Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi al qur an untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawab: "Kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat, dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam ( al Qur an)" (HR. Ahmad).


Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut: -

Hari pertama:

membaca surat "al fatihah" hingga akhir surat"an-nisa",


Hari kedua:

dari surat "al maidah" hingga akhir surat "attaubah",


Hari ketiga:

dari surat "yunus" hingga akhir surat "an-nahl",


Hari keempat:

dari surat "al isra" hingga akhir surat "alfurqan",


Hari kelima:

dari surat "asy syu'ara" hingga akhir surat"yaasin",


Hari keenam:

dari surat "ash-shafat" hingga akhir surat "alhujurat",


Hari ketujuh:

dari surat "qaaf" hingga akhir surat "an-naas".


Para ulama menyingkat wirid nabi dengan al-Qur an menjadi kata:

"Fami bisyauqin ( فم ي ب شوق ) ", dari masing-masing huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya maka: - huruf "fa" symbol dari surat "al fatihah", sebagai awal wirid beliau hari pertama, - huruf "mim" symbol dari surat "al maidah", sebagai awal wirid beliau hari kedua, - huruf "ya" symbol dari surat "yunus", sebagai wirid beliau hari ketiga, - huruf "ba" symbol dari surat "bani israil (nama lain dari suratal isra)", sebagai wirid beliau hari keempat, - huruf "syin" symbol dari surat "asy syu'ara", sebagai awal wirid beliau hari kelima, - huruf "wau" symbol dari surat "wa shafaat", sebagai awal wirid beliau hari keenam, - huruf "qaaf" symbol dari surat "qaaf", sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat "an-nas".


Adapun pembagian hizib yang ada pada al-qur an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.


BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (MIRIP) DALAM AL-QUR AN?


Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan cara membuka mushaf lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara keduanya, kemudian buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan murajaah hafalan perhatikan perbedaan tersebut dan ulangilah secara terus menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin).


KAIDAH DAN KETENTUAN MENGHAFAL:

1- Anda harus menghafal melalui seorang guru atau syekh yang bisa membenarkan bacaan anda jika salah.

2- Hafalkanlah setiap hari sebanyak 2 halaman, 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib, dengan cara ini insya Allah anda akan bisa menghafal al-qur an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun, akan tetapi jika anda memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka anda akan sulit untuk menjaga dan memantapkannya, sehingga hafalan anda akan menjadi lemah dan banyak yang dilupakan.

3- Hafalkanlah mulai dari surat An-nas hingga surat al baqarah (membalik urutan al Qur an), karena hal itu lebih mudah.

4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf tertentu baik dalam cetakan maupun bentuknya, hal itu agar lebih mudah untuk menguatkan hafalan dan agar lebih mudah mengingat setiap ayatnya serta permulaan dan akhir setiap halamannya.

5- Setiap yang menghafalkan al-quran pada 2 tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini disebut masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan), maka jangan bersedih karena sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan masa cobaan bagi para penghafal al-qur an, dan ini adalah masa yang rentan dan bisa menjadi pintu syetan untuk menggoda dan berusaha untuk menghentikan dari menghafal, maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karena meghafal al-quran merupakan harta yang sangat berharga dan tidak tidak diberikan kecuali kepada orang yang dikaruniai Allah swt,

6- Akhirnya kita memohon kepada-Nya agar termasuk menjadi hamba-hamba-Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan mengamalkan kitabNya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana ini.


Amin ya rabal 'alamin



Dr. Abdul Muhsin Al Qasim (Imam dan Khatib masjid Nabawi) Penerjemah :Team Indonesia, Murajaah : Abu Ziyad


Allahuakbar! Allahuakbar !! Allahuakbar!! Mari kita sama sama Berjuang Untuk segera Menyandang Gelar Al-Hafidz dan Hafidzah, Tidak Ada yang mustahil, insha Allah Banyak dari kita di usia 40 tahun belum Hafal Quran dan Ribuan anak usia 10 tahun di palestina Hafidz.. Ini adalah Contoh.. Tidak ada kesuksesan tanpa Kesungguhan dan Istiqamah..

Mari Kita Mulai dari Sekarang.. Saat ini.. Semoga Allah menguatkan Kita, Amiin



"Orang yang pandai membaca Al Qur'an akan bersama malaikat yang mulia lagi berbakti, dan yang membaca tetapi sulit dan terbata-bata maka dia mendapat dua pahala". (HR. Bukhari dan Muslim)



Yang berkenan Untuk Download Ebooknya sebagai pegangan silahkan cari Situs Resminya, www.islamhouse.comatau langsung... Download Ebook Cara Praktis Menghafal Alquran di sini : http://www.mediafire.com/?hm8yl8h3hv1cn5a

By: Nuruddin Al-Indunissy

Thursday, May 5, 2011

Masam Manis Kehidupan

“We, masam la limau nih”, komenku pada wan,sambil menghabiskan limau di tanganku.. Wan atau ‘we’ dalam loghat Kelantan adalah panggilan kami adik beradik kepada ibu kami. Wan tergelak kecil mendengar rungutanku. “Macam tu la kita… Tak baik, cakap macam tu, Tun…limau masam ke manis ke, semua tu ALLAH yang jadikan… Kita ni bukan nak bersyukur, asyik nak membebel saja bila rasa buah tak sedap, masamla, pahitla… kita ni, nak buat limau masam sebiji pun tak boleh… “ ujar wan. Aku tersengih memandang wan… rasa malu jugakla sebenarnya. “Hmm, tapi kalau kita masak lauk tak sedap, contohnya, kalau orang nak gulai ikan, tapi gulai tu masin? Bolehkan kita cakap, masinla gulai ni, tak sedap… boleh kan? Sebab gulai tu kita yang masak, bukan ALLAH yang buat?” Tanyaku pada wan, sebenarnya lebih kepada nak ‘cover’ malu. Tiba-tiba terasa macam bodoh pulak bila dah tanya soalan tu. Hmm, takpelah.. lagipun sekali-sekala balik kampung, nak juga bermanja dengan wan. “Sebenarnya tu pun tak boleh… memangla, lauk tu semua kita yang masak, tapi kalau ALLAH tak izin dia sedap, dia takkan rasa sedap… macam pokok tu, dalam pagar kita tu, kalau kita semai elok-elok, dan jaga baik-baik.. tapi kalau ALLAH tak izin pun, dia tak tumbuh jugak…” Balas ibuku…

Itulah perbualan aku dengan ibu, sewaktu aku pulang ke kampung dua minggu lepas. Sebenarnya, manusia memang susah sangat nak bersyukur (aku la tu). Apa yang diperoleh ada sahaja yang tidak kena. Begitulah pula dengan kehidupan kita. Ada masamnya, dan ada manisnya. Semua ALLAH susun dengan penuh hikmah… Terpulang pada kita mahu terima dengan cara apa pun. Dan semuanya itu akan dinilai oleh ALLAH nanti. Sebenarnya ALLAH hadirkan rasa ‘masam’ dalam kehidupan untuk menguji adakah kita benar-benar sabar dalam menghadapinya. Kalau diperhatikan betul-betul dalam kehidupan, kadar ‘kemasaman’ ujian berkadar terus dengan iman kita. Semakin tebal iman, semakin masamlah ujian yang kita terima… Contohnya, hari ini ALLAH hadirkan ujian yang masam sikit… Then kalau kita pass ujian tu, esok atau hari-hari akan datang ALLAH bagi lagi ujian yang lagi masam… kalau kita berjaya dan terus berjaya dalam ujian-uijian tersebut, kita akan terus berpindah dari kelas iman yang rendah naik ke kelas iman yang lebih tinggi. Kalau tak nak repeat test ALLAH, kenala perform betul-betul masa hadapi ujian tu… kalau tak kita kena repeat lagi, sampai kita berjaya lulus. Takkan seumur hidup kita nak repeat ujian yang sama, dan duduk dalam kelas iman yang sama?

Bukankah ALLAH dah kata,

“Dialah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) - untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya dan Ia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang yang bertaubat)” (Al Mulk: 2)

Belajarla… belajar sungguh-sungguh untuk mendidik hati, Belajarla terus bermujahadah, dan pasakkan niat kukuh-kukuh dalam jiwa, “aku nak naik kelas iman yang lebih tinggi lepas ni..”. Ya memang tidak mudah… sukar, amat sukar sekali, tetapi niat itu mesti ada… Barulah hati kita sentiasa ‘jaga’ untuk berusaha ke arah itu. Yang paling penting, minta pertolongan dan berharaplah kepada ALLAH selalu…

"Wahai orang-orang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertaqwalah kalian kepada ALLAH supaya kalian beruntung." (Ali Imran: 200)


"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) KAMI, sungguh akan.Kami tunjukkan jalan-jalan KAMI." (Al-Ankabut: 69)


Adakah aku masih mampu berwajah manis saatku dilanda ujian yang benar-benar masam? Tanyalah iman kita… Diri yang menulis ini mengaku, terkadang tak mampu menyembunyikan kerutan di wajah di saat terpaksa menelan ketentuan TUHAN yang dirasakan masam.. Masih terlalu banyak yang perlu diperbaiki… untuk menebalkan iman di jiwa! Tebalkan iman! Barulah boleh berjaya kebalkan jiwa…

<<<….Bersyukur, bersabar, berharap…. >>>


Monday, March 21, 2011

Cukuplah Wahai Hati.


Iman mencuitnya, dia membatu. Iman menepuk-nepuknya, tetap dia membeku. Iman mengetuknya, bersuara keras, “Cukuplah!”. Dia tersentak. Spontan terdongak, menatap iman. Iman merenungnya, sambil berkata, seolah memujuk, “Wahai hati… cukuplah…”. Dia tertunduk. Terpasak tegak. Merenung jauh ke dalam bumi... Bagai terdengar, dirinya bermonolog. Setitis demi setitis kebekuannya mencair.

“Sesungguhnya mereka itu musuhku, melainkan TUHAN semesta alam. Iaitu TUHAN yang telah menciptakan aku, maka DIAlah yang memberi petunjuk kepadaku. Dan yang memberiku makan dan minum. Dan apabila aku sakit, DIAlah yang menyembuhkan aku. Dan yang mematikan aku, kemudian menghidupkan aku kembali. Dan yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Qiamat.” (Asy-Syu’ara’:77-82)

Dia tersedu. “Cukuplah wahai hati, cukuplah bagimu mencintai dunia semata, cukuplah sudah masa untukmu bermain di lapangan dunia. Sampai di sini sahaja wahai hati, sekarang mari kembali kepada TUHANmu”, ujar iman, menyapu air mata hati. Dan, jiwa mulai mengukir sebaris senyuman terindah buat hati. Garisan senyum hati dan jiwa berpadu, memandang iman penuh pengharapan, agar terus setia bersama. Ya ALLAH, AlhamduliLLAH.

Monday, March 7, 2011

:: 10 Wasiat Hassan Al Banna ::


InsyaALLAH, ada manfaatnya...
  1. Apabila mendengar azan maka bangunlah sembahyang serta-merta walaubagaimana keadaan sekalipun.
  2. Bacalah al-Quran, tatapilah buku-buku ilmu, pergilah ke majlis-majlis ilmu, dan amalkanlah zikrullah dan janganlah membuang masa dalam perkara yang tiada memberi faedah.
  3. Berusahalah untuk bertutur dalam bahasa Arab kerana bahasa Arab yang betul itu adalah syiar Islam.
  4. Janganlah bertengkar dalam apa-apa perkara sekalipun kerana pertengkaran yang kosong tiada memberi apa-apa jua kebaikan.
  5. Janganlah banyak ketawa kerana hati yang sentiasa berhubung dengan Allah itu sentiasa tenang lagi tenteram.
  6. Janganlah bercakap lebih nyaring daripada kadar yang dikehendaki oleh pendengar kerana percakapan yang nyaring itu adalah suatu perbuatan yang sia-sia malah menyakiti hati orang.
  7. Jauhilah daripada mengumpat-umpat peribadi orang, mengecam pertubuhan-pertubuhan, dan janganlah bercakap melainkan apa- apa yang memberi kebajikan.
  8. Berkenal-kenalanlah dengan setiap Muslim yang ditemui kerana asas gerakan dakwah ialah berkenalkenalan dan berkasih-sayang.
  9. Kewajipan-kewajipan kita lebih banyak daripada
  10. masa yang ada pada kita, oleh itu gunakanlah masa dengan sebaik-baiknya dan ringkaskanlah perlaksanaannya.

Dikeluarkan oleh Syukbah Dakwah dan Pendidikan Masjid Negeri Sabah
&
Perkongsian bersama saudara-saudara seperjuanganUM

Semoga ALLAH merahmati... ameen!

Wednesday, March 2, 2011

Tercari-cari


Kadang-kadang, kita tercari-cari sesuatu dalam hidup ini,
Kita berasa waktu itu membosankan,
Kita rasa kosong,
Kita rasa ada sesuatu yang hilang,
Kita rasa sunyi,
Kita rasa tidak tahu berbuat apa‐apa.

Kita cuba untuk menipu diri,
Kita lakukan sesuatu yang menyibukkan,
Kita mencari sesuatu yang menghiburkan diri,
Kita memaksa diri untuk menghilangkan semua rasa itu.

Namun ternyata kita tidak mampu,
Ternyata kita tetap berasa kosong, sunyi,
Tidak tahu berbuat apa...

Ketahuilah kawan,
sebenarnya jiwa itu ingin berada dekat dengan Yang Maha PENCIPTA,
Namun fikiran dan emosi sering menghalangnya.

~Jiwa Positif Hidup BerTuhan~
http://www.fuadlatip.com